Sadar Dalam Bahaya Setelah Kapalnya Berpijak Tenggelam

Kategori Berita

Sadar Dalam Bahaya Setelah Kapalnya Berpijak Tenggelam

Ilustrasi
Tombak Publik.
Ada yang menarik dari Vidio postingan Ketua Umum LSM Tunggal Panaluan. ini kutipannya,

" Semua membanggakannya maka dia akan berbuat sesukanya, bahkan niatan jahatnya yang gagal takkan membuat dia merasa bersalah. Hari lahir Covid19.

Ketika kita semua masih bisa berkomunikasi melalui medsos, janganlah lagi kita saling hujat dan menebar benci sesama anak negri Indonesia tercinta ini. Tak perlu kita unjuk gigi seolah lebih unggul dalam segala hal apalagi merasa lebih mulia. Karena satupun diantara kita tidak akan mampu menjadi peramu vaksin dari Covid19.

Kita semua masih punya waktu dan kesempatan untuk melakukan perbuatan yang baik, tapi kenapa kita tidak melakukan hal baik itu?

Dan pada kenyataannya kita masih tetap aja terlena, cobalah berpikir panjang sesaat menjelang tidur mu, tahukah anda semua, apa yang terjadi bila kita dipaksa sesegera mungkin kembali ke masa, ke Era Sebelum Masehi?

Apabila mereka para ahli riset dan teknologi para penemu itu yang akan wafat kemudian?

Maka perlahan,
-Tidak ada lagi Facebook
-Tidak ada lagi WA
-Tidak ada lagi IG dan media lainnya
-Tidak ada lagi Internet
-Tidak ada lagi TV
-Tidak ada lagi Mobil
-Tidak ada lagi Septor
-Tidak ada lagi Listrik DLL.

Kita belum kepikiran hal itu karena yang lebih dulu serentak wafat saudara kita yang juga para pengguna penikmat karya temuan itu, bukan dari golongan ahli penemu (ahli tehnologi).

Kita masih diberikan kesempatan mempergunakan karya dan temuan mereka untuk saling memaafkan, untuk saling mengenal, berbagi kasih dan solusi. Tetapi kita semua mengabaikan itu tanpa menyadari kesempatan itu tidak akan terulang dimasa kehidupan kita ini.

Ini bukan sebuah trauma ketakutan tetapi ini adalah buah pikir yang telah matang dipokoknya dan mari kita berbuat yang terbaik untuk negri ini.

Kita hanya diminta berdiam aja dirumah, janganlah selalu mengeluh dengan kebijakan pemerintah itu, tetapi memanfaatkan waktu itu untuk menunjukkan bahwa kasih dan sayang anda sangat besar kepada mereka (istri dan anak). Juga buatlah mereka (istri dan anak) menyadari hanya anda seorang yang terbaik yang pernah ada di bumi yang dia kenal semasa hidupnya. Karena tidak ada yang tau kapan giliran kita dipanggil yang kuasa.

Jangan seperti mereka yang senang dengan ombak yang ada ditengah lautan luas, ombak itu merupakan sensasi luar biasa baginya yang bisa membuatnya menjerit tertawa bahagia. dia tak pernah kepikiran itu sebuah bahaya, tetapi setelah kapal tempat dia berpijak itu tenggelam ditelan lautan, maka dia akan berusaha terus untuk terbangun dari mimpinya, berenang, memanggil nama Tuhan dan akan berupaya agar bisa selamat dan hidup, meskipun dia tau itu mustahil dan menyadari bahwa dia berada ditengah lautan luas.

Semua ini adalah hasil buah pikir, tidak ada tujuan kemanapun dan buah dari pohon yang kokoh yaitu sejarah.

Dan buah yang telah kita nikmati salah satunya adalah,
'Di Satu Masa Penjajahan Itu Di Benci Dan Diusir, Masa Kelam Itu Tak Akan Pernah Terulang Lagi. Dan Seiring Waktu Berjalan, Maka Penjajah Lain Yang Datang Dengan Pesona Baru Akan Selalu Di Puja Dan Di Pertuan Agung. Itu Tak Seorangpun Yang Bisa Merubahnya.' Katanya dalam vidio yang diupload di akun Twitternya."

(red)