Kabar Gembira, Pemprov Dan Pemko Bagikan Beras Kepada Warga | Medan

Kategori Berita

Kabar Gembira, Pemprov Dan Pemko Bagikan Beras Kepada Warga | Medan

Tombak Publik.
Jumat, 03/04/20. Bagi warga Kota Medan yang terdampak wabah C19 akan mendapatkan kompensasi beras 10 Kg per KK. Pemko Medan sedang mempersiapkan penyaluran bantuan beras tersebut.

Endar Lubis mengatakan, proses pendataan dan verifikasi perhitungan jumlah bantuan yang akan disalurkan kepada masyarakat membutuhkan waktu. Dan akan dilakukan bertahap.

Endar Lubis juga menjelaskan bahwa penyaluran bantuan kepada masyarakat mengacu pada peraturan Mensos yang menerangkan bahwa setiap orang akan mendapat bantuan beras sebesar 4 ons perhari.

“Akan bertahap. Karena memakan waktu, Jadi sekarang yang paling efektif itu kita bagi secara general dulu. Jadi usulan juga inisiatif saya untuk tahap awal ini 10 Kg per KK, saya usulkan ke pak Wali dan semoga disetujui” ujarnya.

Endar Lubis menyebut masa tanggap darurat bencana yakni 31 Maret – 29 Mei 2020 atau sekitar 62 hari. Nantinya, tahap kedua akan diberikan dan disesuaikan masa tanggap darurat.

“Jangan pula nanti setelah dibagikan ada yang tidak dapat dan ribut, nanti kita verifikasi. Karena penyaluran ini kan sesuai dengan kategori yang ada,” ungkapnya.

Sesuai rencana, ada 1.000 ton beras yang akan dibagikan. Sejak tiga hari lalu proses pendataan sudah dilakukan. Untuk mempercepat proses penyaluran maka beras yang akan diberikan kepada masyarakat adalah merupakan beras Bulog.

Pembelian beras ke Perum Bulog, dilakukan guna menghindari praktek kecurangan. “Karena pemerintah ke pemerintah. Kalau nanti ke swasta bisa ribut, kan  Bulog milik negara. Harga juga standar,” pungkasnya.

Endar menjelaskan pada tahap awal ini sesuai perintah wali kota ada 1.000 ton, untuk 300 ribu orang dan diperkirakan butuh 1.080 ton. Pemko memiliki cadangan beras pemerintah di Bulog sebanyak 100 ton, itu jatahnya dari pemerintah pusat.

“Jadi kita hanya bayar 980 ton dari APBD ke Bulog untuk kali ini. Dan pendataan sekarang lagi dilakukan oleh kepling,” tuturnya.

"Ini kategori warga yang miskin dengan penghasilan di bawah Rp1 juta per bulannya. Didalamnya termasuk para driver ojol, sopir angkot, tukang bangunan atau pekerja informal lain, mereka yang menjadi prioritas mendapatkan bantuan beras ini.

Pemberian bantuan ini dilakukan secara selektif dan hati-hati, agar tidak ada timbul persoalan. Biarkan kami bekerja supaya margin eror bisa ditekan.” tutupnya.

(Wasinton S)