Perdebatan Tentang PKI Masih Banyak Beredar Di Grup Media Sosial | Nasional

Kategori Berita

Perdebatan Tentang PKI Masih Banyak Beredar Di Grup Media Sosial | Nasional

(Ilustrasi - Gle/V)
Tombak Publik.
Di Media Sosial masih banyak membahas kisah kelam sejarah tragedi yang terjadi pada tanggal 30 September 1965. Merupakan gerakan kudeta dan melakukan penculikan beberapa perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia. Sejarah Negara telah mencatat bahwa Partai Komunis Indonesia yang santer disebut PKI itu telah melakukan penculikan penyiksaan terhadap beberapa Jendral dan menutupi perbuatan mereka dengan cara memasukkan para Jendral tersebut ke sumur tua dan menanam pohon pisang diatas sumur tua tersebut, perbuatan biadab itu dilakukan karena Dewan Jendral merupakan penghalang dari tujuan besar PKI.

Perbedaan pendapat beredar di Grup Media Sosial, ada yang seolah melakukan pembelaan terhadap tindakan PKI itu yang sejatinya dahulu sangat dibenci oleh masyarakat, dan dari hasil penelusuran di beberapa grup kebanyakan yang melakukan pembelaan terhadap tindakan PKI itu adalah pengguna akun palsu dan kemudian ada yang terpancing ikut-ikutan seolah membela.

Dikutip dari beberapa postingan Ketua Umum LSM Tunggal Panaluan mengatakan, "Kenapa yah setiap ada status yang membahas tentang PKI, Kok arahnya jadi dilarikan ke isu agama dan ada juga yang malah mengungkit-ungkit rezim Suharto, ada apa ini? juga ada yang mengungkit tentang pemberontakan PRRI atau Permesta.

Setelah dipelajari dan diduga kuat, cara-cara itu tujuannya untuk memberikan perbandingan kepada masyarakat, agar masyarakat menilai bahwa perbuatan biadab PKI itu merupakan tindakan yang sama dengan apa yang dilakukan oleh PRRI juga Permesta dan bertujuan agar masyarakat bisa menerima kebiadaban PKI itu merupakan sesuatu yang biasa saja. Dan menurutnya ini harus menjadi perhatian pemerintah, apabila masyarakat terpengaruh dengan cara yang demikian yang gencar dijalankan lewat akun-akun palsu. Ini akan sangat berdampak buruk karena bisa saja satu waktu masyarakat akan terpengaruh dan kembali menerima keberadaan PKI di negara ini.

Dia juga menjelaskan bahwa kebiadaban PKI itu di sejarahkan langsung oleh orang tuanya dan PKI itu dulunya adalah partai terlarang dan tidak seorangpun dimasa sekolahnya ada yang mau disebut sebagai PKI, tapi sekarang diperhatikan dari komentar yang beredar di Media Sosial sangat bertolak belakang. Beberapa akun terhitung yang seolah melakukan pembelaan meskipun tidak menyebut dirinya sebagai bagian dari Partai Komunis Indonesia.

Dia juga Menghimbau kepada seluruh anak bangsa agar tidak terpengaruh dengan gaya strategi akun-akun palsu itu yang mengadu domba agama maupun yang mengungkit-ungkit rezim Suharto sebagai bahan perbandingan untuk menerima keberadaan PKI (sebagai korban di negara ini).

Yang tetap diwaspadai adalah upaya-upaya yang membuat kita semua hilang perhatian tentang bahaya laten Komunis. Dugaan tentang UPAYA mencari celah agar masyarakat memberikan maaf dan melupakan kisah kelam akan kebiadaban PKI itu, dan bisa lagi hadir ditengah-tengah masyarakat berkiprah kembali seperti masanya.

Meskipun tahun 2020 adalah era digital tapi diperhatikan, cara adu domba agama adalah pilihan terbaik akun-akun palsu itu karena dinilai masih sangat manjur dijalankan dinegara kita ini.

Dia juga sangat berharap agar Film Gestapu bisa tayang kembali di TV seperti dimasa sekolahnya. Harapan itu ditujukan kepada pemerintah dan yang berkewenangan dalam sejarah. Dan menambahkan agar sejarah yang telah tercatat jangan siapapun mengutak atik karena itu perjalanan negara kita, agar negara ini lebih baik kedepan dan juga tidak ada sejarah sebuah negara sebesar NKRI gonta-ganti sejarahnya setiap 5 tahun sekali." Pungkasnya.

(Red/tp)

Betapa hatiku takkan pilu
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku takkan sedih
Hamba ditinggal sendiri
Siapakah kini plipur lara
Nan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati

Reff :
Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh sribu
Tanah air jaya sakti

Gugur bungaku di taman hati
Di hari baan pertiwi
Harum semerbak menambahkan sari
Tanah air jaya sakti

#Pancasila Sakti#