Bansos Berupa Beras Di Bagikan Tengah Malam, Warga Datangi LSM | Medan

Kategori Berita

Bansos Berupa Beras Di Bagikan Tengah Malam, Warga Datangi LSM | Medan

Tombak Publik.
Warga menyampaikan keluhan dengan mendatangi rumah Sekjen DPP LSM Tunggal Panaluan perihal BST dan Bantuan sembako berupa beras dan gula yang disalurkan oleh Kepling kepada masyarakat ditengah malam sekira pukul 01.00 dini hari, Wasinton Sipahutar selaku Sekjen DPP LSM Tunggal Panaluan pun mempertanyakan hal itu kepada Kepling sekitar.

Kepling pun mengatakan agar mempertanyakan langsung kepada Lurah. Dan sore ini pada Selasa 09/06/20 LSM Tunggal Panaluan bertandang ke Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan. Hasil Konfirmasi dengan Lurah mengatakan, pembagian sembako dilakukan hingga malam hari karena hari puasa yaitu seminggu menjelang lebaran dan sembako berupa beras itupun juga tiba dibatas pintu jembatan, yang tidak bisa dilalui truk pengangkut sembako itu tiba sekira pukul 18.30 WIB jelang magrib, Dan itu alasan yang membuat sembako dibagikan oleh Kepling hingga tengah malam. Jelas Lurah

Terkait BST yang dikeluhkan oleh warga, dimana sebelumnya warga mengatakan telah mengunjungi website Kemensos dan nama mereka tercantum di website Kemensos itu dan tercatat sebagai penerima bantuan BST tetapi kenapa mereka tidak menerima apapun dan juga didalam daftar data penerima BST yang diperlihatkan oleh Kepling kepada wargapun nama mereka tidak ada didalam daftar penerima itu, dan Kepling menjawab tidak mengetahui itu dan mengarahkan warga ke kantor lurah untuk penjelasannya. Dan sore ini juga telah ditanyakan juga kepada Lurah Tangkahan dan untuk penjelasan BST juga dilempar atau diarahkan ke Dinas Sosial Pemko Medan.

Hasil konfirmasi telah dilaporkan oleh Sekjen DPP LSM Tunggal Panaluan kepada Ketua Umum LSM Tunggal Panaluan. Dan Ketua Umum LSM Tunggal Panaluan menanggapi serta mengatakan ada yang lalai, ada yang belum ditanyakan atau diperjelas oleh pak Sekjen kita yaitu soal jam kerja Dinas Sosial? Jam kerja pegawai sampe jam berapa? Memangnya jarak tempuh berapa lama ke Kantor Lurah, kok itu Sembako nyampeknya pada malam hari? Apakah pegawai Dinsos yang sekarang ini betul-betul super extra memperhatikan merasakan kesulitan warga yang terdampak hingga bekerjanya sampe malam gitu atau? Ada yang ganjil dibalik itu dan diduga ini unsur sengaja sudah diatur sedemikian rupa ada kepentingan-kepentingan lain, maka diaturlah agar sembakonya tiba pada malam hari dan bisa menjadi alasan perihal pembagian sembako yang dilakukan tengah malam itu, seharusnya itu tadi dipastikan juga ditanyakan, apa resiko jika sembako itu dibagikan pada pagi harinya.
Sangat betul warga membutuhkan bantuan itu tetapi ga mesti juga tengah malam rumah warga digedor-gedor dibangunkan untuk mengambil sembako itu kerumah Kepling tengah malam, yang benar ajalah bos, tegas Ketua Umum LSM DPP

Dan juga dari hasil konfirmasi dengan Lurah yang diuraikan oleh Sekjen kami mengatakan, truk pengangkut sembako itu harus melewati jembatan untuk nyampek ke Kantor Lurah. Dan dikhawatirkan jembatan roboh akibat over load maka truk pengangkut berhenti sampai jempatan aja. Lantas, berapa jumlah yang diturunkan dibatasan jembatan itu agar truk yang angkut sembako bisa melewati jembatan itu? Apakah seluruhnya dibongkar disitu atau hanya sebagiannya saja, dan juga itu sembako diturunkan dilangsir dikumpulkan ke kantor lurah atau langsung dibawa oleh Kepling ke tempatnya masing-masing?, Dugaan saya kuat ini ada permainan yang memang unsur sengaja karena tidak mungkin lurah tidak memberitahukan ke Dinsos bahwa untuk masuk ke kantor lurah ada melewati sebuah jembatan yang ditafsir hanya bisa dilalui dengan muatan berat sekian... Bla bla bla, katanya.

Namun begitu Ketua Umum LSM Tunggal Panaluan memerintahkan Sekjen DPP untuk menuntaskan keluhan warga supaya terang untuk publik, meminta Sekjen segera melakukan konfirmasi ke dinas sosial yang dimaksud. Pungkasnya lewat selularnya.

(Red/tp)