Menghalalkan Segala Cara Demi Uang, Tanah Sebagai Jaminan Di Humbahas Malah Dijual | Medan

Kategori Berita

Menghalalkan Segala Cara Demi Uang, Tanah Sebagai Jaminan Di Humbahas Malah Dijual | Medan

Tombak Publik.
Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat atau DPP LSM Tunggal Panaluan melalui Sekjen DPP LSM Tunggal Panaluan akan segera menyurati DPD LSM Tunggal Panaluan Wilayah Humbang Hasundutan yang di Ketua oleh Jampi M Sihite.

Surat itu merupakan Surat Tugas untuk melakukan pematokan lahan yang telah menjadi jaminan dari kesepakatan atas nama Pukka M Purba (Op. Masro) dan Pintor A Purba (A. Masro) yang meminjam uang dari Khas LSM Tunggal Panaluan, namun diketahui bahwa objek tanah yang sebagai jaminan telah dijual yang bersangkutan kepada lain pihak tanpa sepengetahuan DPP LSM Tunggal Panaluan dan juga tanpa mengembalikan uang yang mereka pinjam sebesar 12.000.000 dan kemudian 500.000. Total keseluruhan 12.500.000 (Dua Belas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)

Objek tanah yang menjadi jaminan itu terletak di Lumban Pinasa Desa Sosor Gonting Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan. Dan Objek yang menjadi kesepakatan itu berbatasan dengan Jahoras Simamora. "Informasinya objek tanah sebagai jaminan itu dijual dengan memalsukan tanda tangan Jahoras Simamora" ketus Sekjen DPP LSM Tunggal Panaluan W Sipahutar

"Dan kami juga menerima informasi ada lahir seorang anak bayi diluar nikah dan dititipkan di daerah sana dan bayi itu meninggal karena si jabang bayi kekurangan asi dan itu adalah tindakan pidana berat yang karena perbuatan tercela itu mengakibatkan hilangnya nyawa. Dan informasi itu masih kami jejaki" Pungkasnya.

Dia menegaskan, tujuan DPP LSM Tunggal Panaluan mengeluarkan ST (Surat Tugas) adalah untuk mengambil alih objek jaminan yang telah dijual lagi kepada pihak lain tanpa pemberitahuan dan tanpa mengembalikan uang yang mereka pinjam.
Sekjen DPP, Kita Jangan Menjual Suatu Jaminan Bentuk Apapun Atas Pinjaman Uang. Hindari Perbuatan Tercela

Sekjen DPP LSM Tunggal Panaluan berharap kerjasama yang baik dari aparat desa setempat dan juga aparat hukum agar memonitor objek yang dimaksud agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan karena LSM Tunggal Panaluan melalui DPD Humbahas akan mengambil alih sesuai kesepakatan dan juga berharap untuk menekan perbuatan demikian tidak berlanjut mengulang-ulang perbuatannya kepada orang lain.

"Dan kalau dicermati, disitu ada ditemukan banyak pelanggaran, ada pidananya salah satunya pemalsuan tanda tangan yang telah dilakukan oleh Pintor Purba, bila tindakan itu benar itu pidananya jelas pemalsuan dokumen sesuai dengan informasi yang kami terima. Dan kami juga sebagai kontrol sosial tidak bersikeras akan objek tanah itu apabila uang yang dipinjam kurang lebih selama 3 tahun itu telah dikembalikan dan itu tanpa harus ada bunganya. Namun jika ada timbul kerugian lain disebabkan ini maka kami akan perhitungkan". Tutupnya.

(Ranto S)