Dilaporkan Ke Polda Sumut, Diduga Uang Pinjaman Juga Untuk Tutup Mulut Pihak Keluarga Wanita Yang Diduga Pernah Hamil Diluar Nikah

Kategori Berita

Dilaporkan Ke Polda Sumut, Diduga Uang Pinjaman Juga Untuk Tutup Mulut Pihak Keluarga Wanita Yang Diduga Pernah Hamil Diluar Nikah

Tombak Publik.
Sabtu, 26/09/20. Terkait Jaminan (Objek tanah) yang telah dijual di Lumban Pinasa Desa Sosor Gonting, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara kini berlanjut ke jalur hukum. Sesuai informasi dari Nara sumber "anak dari Pukka M Purba inisial SP yang meminta tempo tambahan waktu juga tidak ada kejelasan dan berbelit-belit. yang semula berjanji akan menutupi hutang itu namun hanya sebatas janji janji lewat telepon dan malah seolah pihak terutang tetap berspekulasi" Tegas sumber.

Tambahan waktu yang mereka minta yaitu hingga hari Jum'at 25/09/20 tetapi tidak juga ditepati dan mereka masih pada karakternya menganggap remeh orang lain dengan cara-cara mereka yang terus berlanjut seperti ini. Mereka sudah melakukan kesalahan besar tetapi malah terus berspekulasi dan merasa tidak bersalah dan karakter yang seperti ini harus betul-betul dihentikan jangan jadi bahan untuk ditiru oleh orang lain." Pungkas sumber

Informasi juga menyebutkan Pintor Adil Purba juga sebelumnya pernah menjadi pengurus DPP LSM Tunggal Panaluan dan itu adalah salah satu syarat mereka mendapatkan pinjaman dari Khas DPP LSM Tunggal Panaluan. Dan yang bersangkutan di keluarkan karena atas pertimbangan-pertimbangan dan itu untuk kelangsungan dan tujuan awal dibentuknya LSM Tunggal Panaluan.

"Kemarin anaknya yang bernama Surung meminta agar diberikan waktu seminggu untuk mengupayakan menutupi hutang itu, akan tetapi lewat telepon S mengatakan bahwa dia belum mendapatkan uang untuk menutupi hutang itu dan kemudian S kembali meminta tambahan waktu seminggu lagi, dan setelah diberikan waktu yang dimaksud yaitu Jumat kemarin tetapi S juga tidak menepati janjinya malah diperhatikan seolah jadi ingin menjalankan sesuai kehendak diri mereka dan bertele-tele. Dan dipastikan mereka itu satu ide dan tidak ada niat baik bahkan bisa dipastikan waktu yang mereka minta itu bukan untuk mengupayakan menutupi hutang tetapi waktu yang mereka minta itu dipergunakan untuk berembuk mencari cara agar bisa menjawab aparat hukum bila mereka dipanggil, saya sudah sangat tahu karakter mereka, mereka ini memang tidak pernah mau mendengarkan kata bertobat. Mungkin dengan proses hukum yang nanti mereka jalani akan bisa membuat mereka bertobat". Ungkap sumber

"Jadi uluran waktu yang mereka minta itu bukan niat untuk berupaya menutupi hutangnya akan tetapi untuk berembuk dengan beberapa diantara mereka untuk mempersiapkan jawaban-jawaban apabila dipanggil oleh pihak kepolisian. Karena berdasarkan informasinya demikian". Ungkap Sekjen DPP LSM Tunggal Panaluan.

Juga narasumber menegaskan "Diduga kuat uang itu dipinjam sebagiannya untuk perdamaian dari tindakan akan tuntutan dari pihak keluarga si perempuan yang telah hamil diluar nikah dan tidak tau berapa besar uang yang diminta hingga dikeluhkan padahal itu sudah sekitar 6 tahun yang lalu pada saat itu. Ungkap Sumber

"Perbuatan yang sangat merugikan ini telah di diskusikan dan dilaporkan langsung ke Mitra kita di Polda Sumut juga yang ada di PN Medan". Katanya. dan juga Sekjen DPP LSM Tunggal Panaluan membenarkan bahwa dia diminta mempersiapkan beberapa data yang terkait itu sebagai petunjuk untuk pihak kepolisian dan juga soal hutang mereka itu diminta membawa bukti kwintansi agar dilengkapi pada hari Senin.

Ditanya tentang kedepannya. Dia mengatakan, bahwa ini sudah proses hukum. Jadi bagaimana agar perbuatan yang sama tidak lagi terulang terus menerus, dan menurutnya sesuatu kelalaian hilangnya nyawa itu adalah delik umum, dugaan tentang hilangnya nyawa sijabang bayi itu diharapkan secepatnya bisa terang benderang untuk publik dan hukuman atas perbuatan akan dijalankan sesuai Undang-undang yang berlaku.
"Kita juga meminta kepada seluruh masyarakat yang telah berkeluarga untuk menjadikan kasus ini sebagai pelajaran yang berharga". Tutupnya.

(Junaidy MT Hutapea)