Kurang Lebih 3 Tahun Hutang Tidak Dibayar, Pukka M Purba Malah Menjual Jaminan Atas Hutangnya Dan Tidak Membayar Hutang Itu

Kategori Berita

Kurang Lebih 3 Tahun Hutang Tidak Dibayar, Pukka M Purba Malah Menjual Jaminan Atas Hutangnya Dan Tidak Membayar Hutang Itu

Lokasi Objek Tanah Yang Dijadikan Jaminan ± 250 Mtr Arah Ke Sileang
Tombak Publik.
Dewan Pimpinan Pusat LSM Tunggal Panaluan atau DPP LSM Tunggal Panaluan melalui Sekjen DPP LSM Tunggal Panaluan mengatakan telah menyurati DPD LSM Tunggal Panaluan Humbahas. Demikian disampaikan oleh Sekjen DPP LSM Tunggal Panaluan lewat selularnya, dan dia mengatakan bahwa keputusan itu dikeluarkan sesuai hasil rapat yang juga dihadiri bersama DPD Kota Medan yang terkait tindakan yang diduga penipuan penggelapan atas jaminan dari pinjaman uang oleh Pukka M Purba bersama anaknya Pintor Adil Purba sebesar 12.500.000 (Dua Belas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) yang sumbernya adalah dari Khas LSM Tunggal Panaluan namun objek tanah yang menjadi Jaminan atas pinjaman itu malah dijual tanpa pemberitahuan dan menolak mengembalikan uang yang telah mereka pinjam dengan berbagai alasan dan ancaman, "kami bingung kehebatan mereka yang bersikeras terus tidak membayar hutangnya padahal objek sebagai jaminan telah mereka jual". Katanya

Surat tersebut diketahui dikeluarkan pada hari ini, Minggu 06/09/20. Nomor : 025/DPP LSM Tunggal Panaluan/IX/2020 yang ditandatangani oleh Sekjen DPP LSM Tunggal Panaluan W. Sipahutar.
Candra Pasaribu selaku pengurus DPD LSM Tunggal Panaluan Kota Medan juga mengatakan bahwa hutang itu kurang lebih 3 Tahun dan perbuatan yang dilakukan oleh Pukka M Purba dan Pintor Adil Purba tidak patut ditiru, dia menegaskan siapapun yang telah membantu kita janganlah malah kita lecehkan tetapi tanamlah kepercayaan kepada siapapun karena hanya bermodalkan kepercayaan kita akan diterima bermitra dengan siapapun. Katanya.

Dia juga mengatakan bahwa perbuatan itu tidak patut ditiru oleh siapapun karena dia pastinya sosok yang sebagai perantara merasa seakan dijebak karena tanpa perantara itu pastinya LSM Tunggal Panaluan tidak akan mencairkan pinjaman itu. Dan bahkan DPP LSM Tunggal Panaluan hanya meminta untuk mengembalikan jumlah uang yang mereka pinjam tanpa lagi harus menghitung bunga 2% sesuai kesepakatan, akan tetapi mereka itu Pukka M Purba dan Pintor Adil Purba seolah telah melecehkan utusan dari LSM Tunggal Panaluan yang mencoba menempuh jalur kekeluargaan dan malah ada mengarah mengancam seolah menakut-nakuti. "Seharusnya hutang dibayar dengan uang yang mereka pinjam di awal bukan malah hutang cukup dibayar dengan sandiwara dan bersilat lidah. Kalau boleh hutang dibayar dengan silat lidah pasti ga ada lagi yang mengeluhkan uang, kita berbondong-bondong aja ke bank minjam duit dan kalau ditagih kita bayar aja dengan cara bersilat lidah, kalau bisa". Katanya.

(Red)