Sejumlah Pendeta HKBP Surati Pimpinan HKBP

Kategori Berita

Sejumlah Pendeta HKBP Surati Pimpinan HKBP

Tombak Publik.

Keputusan Kantor Pusat HKBP untuk menunda Sinode Godang ternyata di respon oleh sejumlah Pendeta HKBP dan berpendapat agar sebaiknya keputusan penundaan Sinode Godang dilakukan dengan mekanisme sesuai aturan dan peraturan. 

Para pendeta HKBP itupun mendatangi Kantor Pusat HKBP untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan serta saran secara tertulis kepada Pimpinan HKBP terkait penundaan acara Sinode Godang HKBP ke-65.

Hal itu disampaikan oleh Pdt. Rikson Hutahaean,MTh didampingi Pdt Lagu Sihombing dan beberapa perwakilan pendeta kepada wartawan, Jumat (2/10) di Tarutung.

"Hari ini kami para perwakilan Pendeta HKBP, mengajukan aspirasi tanggapan dan saran kesimpulan terhadap apa yang terjadi akhir-akhir ini di gereja HKBP kepada pimpinan HKBP. Tentang gagalnya Sinode Godang periode pimpinan HKBP ke-65. Yang seyogianya dilaksanakan tanggal 19 s/d 25 Oktober 2020", terang Pdt. Rikson Hutahaean, MTh dan Pdt Lagu Sihombing yang merupakan anggota Majelis Pekerja Sinode (MPS) periode 2016-2020.

Berbeda pada tahun 2020 ini, pada era normal baru akibat pandemik Covid-19. Sinode Godang yang berlangsung pada tahun 2020 masa periodesasi Ephorus ini, terjadi penundaan. 

Gagalnya Sinode Godang Periode HKBP ke-65 ini, dinilai perwakilan para Pendeta ini, tidak terlepas dari kebijakkan Ephorus yang menjabat (periode 1 September 2016 s/d 1 Oktober 2020), yang tidak melalui mekanisme dan proses rapat MPS. Pendeta Rikson menerangkan, Sinode Godang ini sudah lama ditetapkan dan Sinode Godang ini adalah Sinode Godang Periode. Berbeda dengan Sinode Godang Kerja, yang mana penetapannya tidak langsung secara permanen, yang berhubungan dengan aturan-peraturan dan dirangkai dengan periode dari pada pimpinan yang disebutkan selama 4 tahun.

"Oleh karena itu, bahwa aspirasi kita ke kantor pusat HKBP menerangkan kepada pimpinan HKBP. Yang mana, ketika Ephorus HKBP mengubah kembali tanggal Sinode Godang Periode HKBP ke-65 pada bulan Desember, itu berarti bahwa Sinode Godang Periode HKBP ke-65 ini gagal. Tiba-tiba secara sepihak dan tanpa jelas, Ephorus menggantikannya. Sehingga, dalam pemahaman kami, ini sudah gagal. Dan, tentunya Sinode Godang selanjutnya adalah Sinode Godang Istimewa", jelas Pdt. Rikson Hutahaean, MTh

Dijelaskan lagi, bahwa acara Sinode Godang Oktober 2020 ini, sudah melalui proses dan mekanisme yang panjang. Dimulai kesepakatan penentuan waktu sinode di bulan Oktober 2020, pemilihan panitia Sinode Godang, sampai dengan penetapan peserta Sinode Godang HKBP 19 s/d 25 Oktober 2020. 

Pdt. Agus Manullang, STh salah seorang pendeta lainnya mengatakan, bahwa boleh saja penundaan Sinode Godang, karena alasan tertentu. Tetapi harus sesuai mekanisme dan Aturan Peraturan HKBP yaitu rapat MPS, rapat Praeses dan rapat Pimpinan.

(Fesny Anwar Manalu)