Ketua PAC PDIP Medan Deli Supranoto, SH Mengundurkan Diri

Kategori Berita

Ketua PAC PDIP Medan Deli Supranoto, SH Mengundurkan Diri

Tombak Publik.
Ketua PAC PDI Perjuangan Medan Deli Sekaligus Wakil DPC Kota Medan  Bidang Kemaritiman mengundurkan diri dari jabatannya.

Pengunduran diri Supranoto tertuang dalam surat pernyataan yang ditandatangani olehnya dan bermeterai 6000. Surat tersebut ditandatangani tanggal 14 Oktober 2020 yang ditujukan kepada DPC PDI Perjuangan Kota Medan dan telah diterima melalui Sekretariat PDI Perjuangan Kota Medan yaitu Julkarnain.
 
Surat pengunduran dirinya itu juga ditembuskan ke DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumut juga ke DPP PDI Perjuangan dan ke seluruh PAC PDI Perjuangan se Kota Medan termasuk Ranting dan Anak Ranting  se Kecamatan Medan Deli

Adapun alasan supranoto SH mundur dari jabatannya sebagai Ketua PAC karena dipandang arah kebijakan Partai tidak sesuai hati nuraninya.
 
Supranoto menjelaskan bahwa tidak adanya pembelaan terhadap rakyat kecil adalah merupakan salah satu alasannya memilih mengundurkan diri.

Seperti biaya Rumah Sakit melalui BPJS yang dibebani terhadap rakyat yang iurannya yang dinaikkan secara drastis hingga 100 persen. hal tersebut merupakan suatu tindakan yang sangat luar biasa untuk menekan rakyat, dimana semenjak mewabahnya virus covid19 masyarakat sangat ketakutan untuk berobat kerumah sakit. Alhasil BPJS yang sudah dibayar mahal itu menjadi sangat tidak berguna.

Demikian juga terhadap pembahasan Undang Undang Omnibuslaw Cipta Kerja, tidak ada satupun perwakilan dari Partai Penguasa dimaksud membantah. Sebaliknya malah membiarkan begitu saja dan bahkan seolah mendukung tanpa pernah mendengarkan jeritan rakyat. Padahal mereka yang duduk di Lembaga Legislatif itu dipilih oleh rakyat agar bisa membela kepentingan rakyat banyak.
Dan lebih ironisnya lagi, Undang Undang tersebut dipaksakan pada saat pandemi sekarang ini. Tegasnya.

Selama 33 Tahun saya menjadi kader PDI Perjuangan dari mulai tingkat terbawah hingga menjabat sebagai Ketua PAC dan juga sebagai Ketua Bidang Kemaritiman di DPC Kota Medan.
Dan saya sangat sedih melihat penderitaan saudara saudara saya semua" ujarnya.

UU Omnibuslaw Cipta Kerja jelas sangat merugikan masyarakat khususnya buruh. Banyak kita dengar ada banyak mahasiswa juga pelajar yang turun kejalan menunjukkan sikap penolakan atas disahkannya Undang Undang Omnibuslaw dan mereka menjadi korban hanya untuk membela buruh.
Karena mereka itu mendapatkan biaya untuk keperluan sekolah pastilah dari orang tuanya masing-masing yang juga bekerja sebagai buruh. Dan ini sangat memprihatinkan, jadi dimana itu Partai PDI Perjuangan yang katanya sebagai Partai Wong Cilik ? ujar pranoto.
 
Sementara disisi lain, ada beberapa instansi mengatakan agar melakukan Judicial Review. Padahal itu pasti akan sia-sia bila jalur itu yang ditempuh. Sebab pemerintah pasti tetap akan melakukan kehendaknya dan kaum buruh pasti kalah.

Sebagai contoh, anjut supranoto yang merupakan salah satu tokoh serikat pekerja di Sumut ini, BPJS Kesehatan yang naik 100 Persen, dan ketika dilakukan Judicial Review di Mahkamah Agung, hanya 1 (satu) bulan saja permohonan gugatan itu dikabulkan dan selenjutnya tetap dipaksakan iuran BPJS harus naik hingga mencapai 100 persen, 
sementara Bantuan Prakerja, Bantuan Subsidi melalui BPJS juga BLT. ini disinyalir semata-mata dilakukan pemerintah tidak lebih bagaikan obat penenang. 

Dengan pertimbangan itu semua, Supranoto melayangkan surat pengunduran dirinya dan mengaku akan fokus dalam perjuangannya sebagai Tokoh Pekerja/Buruh dimana saat ini Supranoto SH menjabat sebagai Sekretaris DPC Konferedensi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kota Medan dan juga sebagai Sekretaris DPD FSP LEM Sumut. Menurutnya, Dia merasa lebih penting memperjuangkan nasib anggotanya di Serikat ketimbang Partainya.

(Wasinton)