Konflik Antara Ormas FKPPI Dan Masyarakat, Di Mediasi Di Kantor Lurah Mabar Hilir

Kategori Berita

Konflik Antara Ormas FKPPI Dan Masyarakat, Di Mediasi Di Kantor Lurah Mabar Hilir

Tombak Publik.
Konflik yang terjadi di Lingkungan V. Kelurahan Mabar Hilir, Gg. Perjuangan antara masyarakat dan Ormas FKPPI dimediasi di Kantor Kelurahan Mabar Hilir. Dan informasi yang diterima mengatakan bahwa masyarakat telah kurang lebih 20 Tahun berada dilingkungan itu dan tidak pernah ada konflik dengan pihak manapun.

Seperti yang diketahui bahwa belakangan ini telah terjadi keributan antara masyarakat Lingkungan V dengan oknum ormas FKPPI dipicu adanya pembentukan kolam budidaya ikan oleh masyarakat Lingkungan V Mabar Hilir.

Pembentukan kolam budidaya ikan tersebut sebelumnya adalah usulan dari Kepala Lingkungan V Mabar Hilir yaitu Suherman sejak Tahun 2016 silam. Dan juga pembentukan sebuah Forum yaitu Forum Masyarakat Mandiri dan sebagai Ketua Forum tersebut adalah R. Manurung.
Dan Forum bertujuan agar masyarakat mampu mandiri dengan AD dan ART sebagai pedoman.
Menurut Suherman dan mengatakan, "ini dipicu adanya rasa iri dan dengki, dan saya pingin seperti dulu di mana masyarakat Forum Masyarakat Mandiri adem adem saja tetapi kenapa setelah ada salah satu masyarakat yang berada di lingkungan itu masuk ke salah satu ormas kok jadi timbul konflik. Saya senang kalo ada masyarakat disitu ikut ormas tapi harus memberikan dampak yang positiflah" ujar Suherman.

Saat dilakukan mediasi di Kantor Lurah bersama Lurah Mabar Hilir Lingkungan V yaitu Hamidi Lubis dan juga dihadiri Babinsa dan Babinkamtibmas, Ketua Forum Masyarakat Mandiri R. Manurung dengan kesimpulannya mengatakan "Jika pihak ormas FKPPI ingin mengelola kolam budidaya ikan itu silahkan kami ikhlas tapi ganti kerugian uang yang sudah kami keluarkan karena di tempat kami tidak ada lagi lahan atau tanah untuk dibagikan".
Namun Ketua FKPPI Pleton 06, M. Sinaga berpendapat, ingin menjalin kerjasama di bidang pengelolaan, dimana hasil dari pengelolaan budidaya ikan itu apabila sudah berjalan akan di utamakan pengembalian atau pemulangan modal kepada pemilik modal yaitu Forum Masyarakat Mandiri.

Dan Ketua Forum Masyarakat Mandiri R. Manurung merasa keberatan dengan pendapat dan keinginan yang disampaikan oleh M. Sinaga selaku Ketua FKPPI Pleton 06 dan menurut Ketua Forum Masyarakat Mandiri bahwa pembentukan kolam itu bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat yang ada di desa itu khususnya Lingkungan V.
Dengan harapan ;
1. Untuk mengurangi banyaknya pengangguran (anak-anak muda) dilingkungan V.
2. Ibu-ibu bisa mempunyai penghasilan dengan cara berdagang.
3. Memberikan pemasukan untuk lingkungan itu sendiri (uang khas yang di pergunakan untuk masyarakat kampung itu sendiri apabila ada kemalangan dan musibah). Karena selama ini uang khas Forum Masyarakat Mandiri sudah tidak ada lagi.

Seperti yang disampaikan oleh R. Manurung bahwa selama ini Forum Masyarakat Mandiri selalu hadir ditengah masyarakat di Desa itu, seperti apabila terjadi keributan antar tetangga, kemalangan dan musibah lainnya dimana Ketua Forum Masyarakat Mandiri R. Manurung bertanggungjawab menyelesaikan permasalah yang ada di lingkungan tersebut dan selalu berkoordinasi dengan Kepala Lingkungan V yaitu Suherman.
R. Manurung juga mengatakan "Jauh sebelum masuknya ormas FKPPI di lingkungan kami, (bukan tidak suka adanya ormas masuk ke lingkungan kami) tapi janganlah oknum yang masuk ormas di kampung kami ini jadi biang kegaduhan, itu harapan saya dari Ketua Forum Masyarakat Mandiri, karena dasar nya kita berada di kampung ini adalah Forum Masyarakat Mandiri bukan dari ormas FKPPI" katanya.

Hingga berita ini diterbitkan bahwa mediasi yang dilangsungkan di Kantor Lurah tersebut belum juga membuahkan hasil, belum ada keputusan terkait konflik yang dipicu dari pembentukan kolam budidaya ikan tersebut. Namun pihak ormas FKPPI melakukan pelarangan untuk tidak melanjutkan pengerjaan kolam budidaya ikan tersebut dan menyegel kolam tersebut dengan memasang bendera ormas FKPPI di sekeliling kolam.

(Ranto)