Akhirnya Warga Mulai Ribut Akibat Proyek Draines Di Desa Limau Manis, Deli Serdang

Kategori Berita

Akhirnya Warga Mulai Ribut Akibat Proyek Draines Di Desa Limau Manis, Deli Serdang

Tombak Publik.
Pembangunan Dranise yang berada di Gg. Salak, Dusun 7, Pasar 14. Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara menuai kontra dengan beberapa warga sekitar lokasi proyek. Warga protes sebab draines yang anggarannya dari Dinas Perkim Pemkab Deli Serdang sangat tidak berfungsi dan bahkan warga mengatakan bahwa proyek draines tersebut sangat merugikan warga.
Draines atau Parit yang di bangun itu sangat mengganggu pengguna jalan khususnya warga sekitar yang setiap harinya melintasi jalan tersebut, warga mengatakan setiap kendaraan yang melintasi jalan tersebut jadi sangat terganggu karena penutup parit yang dibuat dari cor semen lebih tinggi dari jalan sebelumnya. Sehingga cor semen penutup parit yang pembuatannya berada ditengah jalan menjadi penghalang jika mobil hendak melintasi jalan itu dampak dari proyek draines yang menurut warga salah sasaran.
Warga mengatakan bahwa sebelum pengerjaan, mereka telah memohon agar pembangunan parit tidak lebih tinggi dari badan jalan karena posisi Parit yang akan dibangun sangat berbeda dan baru ini ditemui Pembangunan Parit berada di tengah jalan. Warga telah menyampaikan permohonan itu kepada Kepala Desa Limau  Manis dan juga kepada pemborongnya supaya parit yang dibangun tidak melebihi badan jalan, dan juga mempertanyakan fungsi bangunan Parit tersebut yang tidak ada pembuangannya atau aliran lanjutannya ke Parit Induk. Tetapi pemborong tidak mendengarkan keluhan dan masukan dari warga dengan alasan tidak memenuhi volume.
Draines yang telah selesai itupun mulai memicu keresahan warga karena jalan menjadi terhambat akibat tingginya bangunan parit dari badan jalan. warga merasa sangat dirugikan atas bangunan parit itu yang membuat sepeda motor warga kesulitan melintasi jalan itu sebagai akses keluar masuk.

Sumber mengatakan, Merasa dirugikan dan permohonan tidak dihiraukan seolah kami sebagai warga dianggap hanya menumpang di negara ini, dan ini alasan warga mulai ribut.
Informasi resahnya warga sampai kepada Kepala Desa Limau Manis dan akhirnya Kepala Desa, Kadus serta BPD turun ke lokasi dan pemborong juga dihubungi untuk memperbaiki parit tersebut, juga warga mempertanyakan kelanjutan pembangunan parit itu karena menurut warga proyek draines itu sangat janggal dibangun tanpa ada pembuangan yang menurut mereka itu seperti bangunan kolam berbentuk persegi panjang.
Kepala Desa menjawab akan dilanjutkan pembangunannya ke pembuangan induk atau akan tersambung ke parit yang sudah ada menunggu anggaran Tahun 2021 turun, tetapi warga tetap mendesak agar ucapan Kepala Desa secepatnya direalisasikan.

(Wasinton)