Marak Penipuan Berkedok Jualan Online Via Facebook

Kategori Berita

Marak Penipuan Berkedok Jualan Online Via Facebook


Tombak Publik.
Masyarakat yang sering bertransaksi online atau belanja online agar berhati-hati dan juga sebisanya diharapkan kebiasaan belanja online via facebook dihentikan.
Keterangan dari beberapa korban yang kami terima menjelaskan telah tertipu dengan modus para pelaku berkedok Jualan Online. Dan juga mengatakan bahwa produk yang ditawarkan tidak sesuai dengan apa yang di iklankan dan juga merupakan barang tiruan dan rusak.
"Sekarang ini semakin marak dan melonjak pemain penipuan lewat media sosial, salah satunya yang menjadi sorotan yaitu penipuan berkedok Jualan Online.
Usaha yang digembor-gemborkan bisa mendapatkan penghasilan tambahan ini ternyata banyak dimanfaatkan oleh banyak kelompok untuk mencari mangsa untuk ditipu" kata sumber.

Modus ini sudah tidak baru lagi, namun pelaku penipuan berbasis online diperkirakan semakin melonjak dan meningkat pesat. Sepertinya kejahatan dibidang ini telah diperhitungkan sangat menjanjikan dan hampir tak ada ruang untuk terjerat hukum.
Dengan analisa pertimbangan jarak yang jauh di luar kota bahkan diluar provinsi dan juga jumlah nilai uang yang ditipu hanya kisaran ratusan ribu rupiah.
Beberapa korban menceritakan, mencari tahu cara kerja para pelaku kejahatan berkedok jualan online yaitu,
Diperhatikan dari alamat calon korban (pemesan produk) jika dianggap jaraknya dekat dengan lokasi mereka, maka mereka akan memberikan barang yang sesuai kwalitas pesanan yang bertujuan untuk mendapatkan respon like dari konsumen (pemesan produk), namun bagi pemesan yang jauh diluar kota, itulah yang diutamakan sebagai target dan setelah tertipu korban di blokir.
Jadi kepada anda yang sering belanja online via Facebook agar dihindari, lebih dianjurkan agar belanja langsung ke toko yang tersedia di kota anda dari pada anda akan merasakan kecewa dan menimbulkan masalah baru.

Juga produk yang dipromosikan dalam iklan hasinya tidak akan sesuai dengan yang anda harapkan (barang tiruan atau palsu).
Dan atas pertimbangan waktu dan nilai rupiah yang dirugikan pasti membuat anda urung untuk melaporkannya kepada pihak kepolisian dan para pelaku telah mempelajari itu.
"Saran saya sebaiknya kita jangan pernah melakukan transaksi belanja online. Dipastikan siapapun orangnya akan kecewa, produk yang dipromosikan lewat iklan mereka sangat menarik perhatian kita tetapi setelah kita terima ditempat sangat jauh menyimpang dari kata puas karena barang yang kita terima tidak sesuai dan bisa dibilang hanya menyerupai atau tiruan (palsu)" ungkap sumber.

Jadi agar terhindar dari perkara itu maka kita semua menghentikan kebiasaan belanja online dan sebaiknya ke toko terdekat di kota anda.

(Red/Tp)