Yayasan Perguruan Santo Paulus Martubung Medan Memberikan Donasi Untuk Membantu Sartika Purba

Kategori Berita

Yayasan Perguruan Santo Paulus Martubung Medan Memberikan Donasi Untuk Membantu Sartika Purba

 
Tombak Publik.
Sartika Purba mengidap penyakit Tumor ganas. Penyakit yang di deritanya mengundang perhatian para guru dan membuat donasi yang di kumpulkan dari para guru dan teman teman Sartika Purba yang diberikan secara langsung oleh Kepala Sekolah SMK  Santo Paulus yaitu Bapak Kartono Situmorang. S.Com dan di dampingi salah satu gurunya yaitu Bapak Sampetua Situmeang dan acara tali asih tersebut ikut membawa Sartika Purba dalam doa demi kesembuhannya.

Donasi yang berhasil terkumpul sebesar 4.051.000 (Empat Juta Lima Puluh Satu Ribu Rupiah) dan diterima secara langsung oleh keluarga yaitu opung Tiarma Simarmata dan ibu Rosmadewi br Sinaga orangtua dari Sartika Purba.
Sartika Purba saat ini di rawat di RS Adam Malik Medan dan dikisahkan oleh keluarga Sartika, bermula kondisi biasa saja dan Sartika Purba sudah berjuang sejak masih umur 7 bulan tanpa kasih sayang dari orangtua. Sartika pada umur 7 bulan sudah berpisah dengan kedua orangtuanya dan hidup dengan neneknya yang seorang buruh tani. Setiap hari Sartika membantu neneknya bekerja di ladang.
Meski begitu Sartika tetap rajin sekolah dan aktif di gereja. Namun nahas, tumor ganas itu muncul dan melumpuhkan tubuhnya. Sartika mengalami perut bengkak tak terkendali dan Sartika kini diambang kematian akibat tumor yang dideritanya. neneknyapun meneteskan air mata saat mengisahkan tentang cucunya itu.
“Aku tak apa tak makan, asal cucuku selamat.. Aku tak apa tak tidur semalaman, asal bisa jaga Sartika terus.. Aku sayang kali sama dia, sejak 7 bulan Dia hidup berdua denganku..” ucanya dengan nada sedih dan terisak.

Mendengar cerita neneknya yang sambil menatap dirimu, mata Sartikapun tampak berkaca-kaca dan air matanya juga tak henti mengalir, tetapi Sartika tak mengucapkan sepatah katapun. tampak tubuhnya menahan sakit karena perutnya bengkak dan juga kakinya lumpuh akibat diserang Tumor Intra Abdomen (Tumor di Perut).

6 bulan lalu, tumor itu masih berupa benjolan kecil. Sempat dibawa ke klinik namun kondisi Sartika justru semakin drop, benjolan semakin besar dan membuat perutnya ikut bengkak. dan karena tak ada biaya membuat Tiarma tak langsung membawa Sartika berobat.
Hingga suatu hari, Sartika mati rasa dan tidak bisa berjalan lagi dan mengalami lumpuh pada kedua kakinya. Sartika dibawa kerumah sakit yang berada di medan menggunakan angkot tetangga, dan neneknya mengisahkan bahwa disaat itu sang nenek hanya punya uang pas-pasan.
Dan 2 Jam dijalan, Tiarma tak henti berdoa kepada Tuhan.
“Tuhan Allah Yang Maha Baik, Engkaulah sumber penyembuhan sejati bagi mereka yang percaya kepada-Mu. Aku mohon bantuan-Mu bagi Sartika yang saat ini sedang sakit”

Setelah diperiksa oleh tim medis, dokter menegaskan bahwa Sartika diserang Tumor Ganas yang bersarang diperutnya. Keterangan dan analisa dokter itu menganhancurkan hati Sartika dan ibunya juga neneknya.
Ternyata Tumor Ganas telah bersarang di perutnya. Dan sudah sampai memakan punggung sehingga para dokter akan berdiskusi akan tindakan selanjutnya yaitu operasai secara bertahap, Operasi disebut akan memakan biaya ratusan juta.

Saat di dikunjungan tali asih Sartika merasakan rasa sesak, demam, dan infeksi tumor yang mengancam nyawanya dan bahkan saat ini sartika sudah lumpuh pada kedua kakinya dan juga tidak bisa merasakan apa-apa lagi mulai dari punggung sampai kakinya. 
Penuturan neneknya, dia dihimpit rasa bingung karena untuk biaya ratusan juta dia dapat dari mana. Sangat tak mungkin jika mengandalkan penghasilannya saja yang hanya seorang buruh tani dan hanya dapat untung saat panen. jika dihitung perhari hanya 26.000 sedangkan untuk makan selama di Medan saat Sartika dirawat hanya mengandalkan belas kasih dari perawat.

Bapak Damersius Purba dan Ibu Rosmadewi Sinaga yang merupakan orang tua Sartikapun hidup dalam ekonomi serba sulit dan bahkan hanya untuk ongkos ke Medanpun tak punya. Mereka hidup di perantauan sebagai buruh sawit untuk menghidupi 5 anak lainnya (adik-adik Sartika) hingga saat ini keluarga masih membutuhkan uluran tangan para dermawan agar sartika bisa di operasi secepatnya karena BPJS dalam pengurusan. Sementara itu dalam waktu dekat harus diambil tindakan cepat. Bagi saudara kami sekalian yang terkasih didalam nama Tuhan, yang ingin mengulurkan tangannya bisa melalui nomor rekening, BRI 804001014012538 atas nama Tiarma Simarmata.

(Sambu Siburian)