Ketum Mapan : Dugaan Akibat Pemberitaan Marsal Terkait THM Ferrari Sehingga Almarhum Dihabisi

Kategori Berita

Ketum Mapan : Dugaan Akibat Pemberitaan Marsal Terkait THM Ferrari Sehingga Almarhum Dihabisi

Tombak Publik.
Mara Salem Harahap atau yang akrab disapa Marsal ditemukan tewas bersimbah darah di dalam mobil pada sabtu dinihari (19/06/21). Dan setelah dilakukan penyelidikan, Marsal tewas diduga ditembak oleh orang tidak kenal (OTK).

Namun dari kakus ini ada yang jadi bahan pertanyaan kepada semua penyidik kepolisian, sebelum tewasnya Marsal yang diketahui ia adalah seorang Pimpinan Redaksi atau Pemilik salah satu Media Online di Pematang Siantar itu sedang menyoroti kasus peredaran Narkoba di Tempat Hiburan Malam (THM) yang ada di Kota Pematang Siantar, Beberapa tokoh LSM menyebutkan tewasnya Marsal diduga oleh OTK terkait dengan kasus yang sedang ia soroti, namun bila tewasnya Marsal diluar dari kasus itu diharapkan agar segera diungkap dan ditindak lebih tegas supaya tidak terdengar lagi wartawan tewas dihabisi yang dimana kerap terdengar.

Terkait dengan hal itu, RD75 Ketua Umum Masyarakat Peduli Anti Narkoba (MAPAN) Indonesia menanggapinya, "Bahwa Kasus tewasnya Marsal ini diduga ada kaitannya dengan sebelum tewasnya beliau, artinya almarhum sebelum tewas sedang menyoroti kasus peredaran Narkoba, bisa jadi OTK itu dari situ awalnya, Ya ini masih dugaan" ucapnya.

"Bisa jadi awal mulanya dari kasus yang almarhum Soroti, tapi ini masih dugaan, bisa jadi diluar itu, namun jika benar peluru bersarang dibagian paha Marsal, Polri dapat telusuri jenis dan senjata yang digunakan OTK tersebut. Jika peluru memang masih bersarang ditubuh almarhum, besar kemungkinan pihak kepolisian akan segera dan dapat mengungkap kasus pembunuhan ini,
Dan ini tergolong pembunuhan berencana dan pelakunya layak dijatuhi hukuman mati" ungkap RD75, Minggu (20/06/21).

Dia juga mengatakan, "Ya Saya mewakili semuanya, MAPAN Indonesia turut berduka atas meninggalnya Marsal, semoga polisi bisa mengungkap kematian Marsal yang tewas ditembak OTK, perlu diketahui juga, semasa hidup beliau memang sangat kencang memberitakan tentang peredaran narkoba baik di Kota Pematang Siantar dan di THM Ferrari, THM Ferrari seolah kebal hukum dan diduga tidak mengindahkan larangan dan tetap beroperasi".
Namun usai pemberitaan penembakan Marsal Harahap mengakibatkan kehilangan nyawa oleh OTK, sekarang THM tutup dan tidak beroperasi, Kapolri diminta melalui jajaran Poldasu dan Kapolresnya agar segera Mengungkap Kasus penembakan Yang Sangat Biadab." ketusnya. 

"Untuk Insan Pers Dimanapun Berada Jangan Pernah Takut Dan Kalah Terhadap Mafia Mafia Apapun Itu Yang Seenaknya Melakukan Kegiatannya tanpa Memperdulikan Masyarakat, karena sudah merasa Dapat Menutup Hukum Lewat Oknum Oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab, jadi ini harus diusut sampai tuntas, dan kalaupun benar dugaan itu dengan kasus yang Ia soroti, Kepolisian harus segera ambil tindakan, jangan dibiarkan berlarut-larut, dan media di seluruh indonesia pun tidak akan tinggal diam." pungkas RD75.

(W Sipahutar)