Pandemi Covid19 Bukan Hambatan Bagi Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial USU Untuk Terjun Langsung Ke Masyarakat

Kategori Berita

Pandemi Covid19 Bukan Hambatan Bagi Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial USU Untuk Terjun Langsung Ke Masyarakat

Tombak Publik.
Masa pandemi covid 19 belum berakhir, ditengah keadaan saat ini bukan menjadi halangan untuk melakukan kegiatan positif dan terjun langsung ke masyarakat. Banyak kebiasaan baru yang kita lakukan ditengah pandemi saat ini seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Disini saya Josua Afrianto Sibarani mahasiswa dari ilmu kesejahteraan sosial USU melakukan kegiatan praktikum di kantor dinas Sosial Kota Binjai kegiatan ini berlangsung kurang lebih selama 3 bulan yang dibimbing oleh supervisior sekolah yaitu bapak Randa Putra Sinaga S.Sos, M.Kesos.

Pertama kali menginjakkan kaki di dinas sosial binjai saya langsung disambut dengan ramah oleh ibu sekretaris yang bernama ibu Nurjunila Ginting dan saya langsung memperkenalkan diri sekaligus menjelaskan maksud kedatangan saya ke kantor dinas sosial binjai. Dihari itu juga saya langsung melakukan kegiatan praktikum dengan di tempatkan dibagian pelayanan masyarakat. Kemudian saya dijelaskan mengenai aturan dan jam kerja di kantor tersebut,  sesuai dengan kesepakatan bersama akhirnya diputuskan kegiatan praktikum berlangsung dari tanggal 9 Maret 2021 sampai 25 mei 2021 dan dilakukan setiap hari mulai dari hari Senin sampai Jumat.
Diawal melakukan kegiatan praktikum saya diajari mengecek nama penerima bantuan DTKS, bantuan sosial tunai (BST), dan BNPT menggunakan nomor KK. Dan saya juga diajarkan ketika ada masyarakat yang ingin mengurus BPJS pemerintah atau KIS, nah disini saya berperan sebagai pelayan memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Ada juga masyarakat yang ingin mengurus Surat rekomendasi KIP melalui id DTKS, prosedur nya nomor KK kita harus terdaftar di DTKS agar bisa dikeluarkan surat Rekomendasi KIP yang akan ditujukan ke sekolah atau universitas tempat anak mereka belajar.

Dikantor dinas sosial Binjai ini juga sangat ketat prosedur kesehatan nya, didepan pintu masuk telah di sediakan tempat cuci tangan beserta sabun. Setiap masyarakat yang mau masuk diwajibkan mencuci tangan terlebih dahulu serta menggunakan masker Secara benar. Masyarakat yang tidak menggunakan masker tidak diperbolehkan masuk dan hanya boleh bertanya dengan bagian penjaga depan atau meja piket. Dibagian meja pelayanan juga telah diberikan sekat penghalang, agar para pegawai atau mahasiswa dibagian pelayanan tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ketika saya melakukan kegiatan praktikum di kantor dinas sosial Binjai, disini saya bertemu dengan seorang ibu dengan membawa anaknya. Ketika sang ibu sedang menunggu salah seorang pegawai dikantor tersebut, saya malah memperhatikan si Anak yang sibuk dengan gadget atau hpnya. Disini saya coba melihat kegiatan si anak secara dekat dan benar saja saya melihat anak tersebut sedang bermain game sama seperti dengan anak kebanyakan lainnya. Kemudian disini saya coba bertanya dengan ibunya mengenai kegiatan anaknya dirumah dan saya tertarik buat menerapkan metode casework terhadap anak itu dengan harapan si anak ada perubahan kedepannya.
Kemudian saya berusaha mencoba menerapkan ilmu yang telah pelajari di kampus selama kurang lebih 3 tahun, disini saya mencoba menerapkan metode casework dalam menangani kasus si anak tersebut. Adapun 4 tahapan yang saya gunakan sebagai berikut.
1. Tahapan Assessment : pada tahapan ini berisi mengenai perkenalan serta menanyakan kesiapan si anak apakah dia mau dibimbing oleh saya atau tidak. Kemudian dia mengatakan iya mau, dan selanjutnya saya berusaha menggali informasi atau permasalahan yang sering dialami si anak. Nah disini saya menggunakan teknik atau tools assessment seperti genogram dan pohon masalah. Kedua tools tersebut saya rasa cocok digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah si anak.
2. Tahapan Perencanaan : setelah mengetahui permasalahan si anak tadi, selanjutnya saya melakukan perencanaan yang bakalan cocok digunakan untuk menyelesaikan masalah si anak melalui Intervensi nanti. Nah disini saya mendapatkan bahwasanya si anak ingin supaya dia bisa menggunakan media pembelajaran online atau daring seperti penggunaan Google classroom, zoom, meet serta WA.
3. Tahapan Intervensi : saya disini berusaha memperkenalkan media pembelajaran daring yang sering digunakan, cara pertama saya memperlihatkan tutorial cara menggunakan aplikasi pembelajaran daring melalui YouTube agar si anak lebih tertarik dan cara kedua saya mengajarkan secara langsung penggunaan aplikasi tersebut agar si anak dapat langsung paham dalam penggunaan aplikasi tersebut. Ketika si anak tersebut paham dengan apa yang saya katakan, biasanya saya memberikan reward seperti membelikan jajan atau ice cream agar si anak lebih bersemangat dalam belajar.
4. Tahapan Evalusi : setelah melakukan intervensi disini saya mencoba mengkaji sudah sejauh apa perubahan atau perkembangan dari sebelum saya dampingi dan sesudah saya dampingi. Nah disini saya mencoba menguji sang anak sejauh apa dia mampu menggunakan aplikasi media pembelajaran online tersebut. 

Di akhir kegiatan Praktikum saya berpamitan dengan ibu sekretaris yaitu ibu Nurjunila ginting sekaligus penanggung jawab saya selama melakukan kegiatan praktikum di kantor dinas sosial Binjai, ibu Nur sangat berterima kasih dan merasa sangat terbantu dengan kehadiran saya dalam membantu pelayanan masyarakat dikantor dinas sosial Binjai.

(W Sipahutar)