Tonny Silaban Mengembalikan Sebagian Inventaris DPP LSM Tunggal Panaluan Di Kantor Desa

Kategori Berita

Tonny Silaban Mengembalikan Sebagian Inventaris DPP LSM Tunggal Panaluan Di Kantor Desa

Tombak Publik.
Setelah surat DPP LSM Tunggal Panaluan diterima oleh Kepala Desa/Pjs Dolok Margu, pada hari Senin 07/06/21 saat itu juga pihak Desa Dolok Margu meminta kepada Jampi Sihite yang mewakili DPP LSM Tunggal Panaluan agar surat tembusan ke Polsek Lintong Nihuta dan ke Polres Humbahas ditunda dulu dan diminta dilakukan mediasi di kantor desa.

Hari itu juga mediasi dilakukan, barulah Tonny Silaban mengembalikan inventaris milik DPP LSM Tunggal Panaluan berupa stempel DPP baju dinas dan KTA.

Akhirnya Ketum DPP LSM Tunggal Panaluan angkat bicara dan penjelasan dari Ketum DPP mengatakan, bahwa ada uang yang dititipkan dan juga ada uang pinjaman dan sama sekali belum dikembalikan yang sumber uang tersebut dari khas LSM dan sudah setahun. uang itu dulu dititipkan untuk membeli ATK (Laptop dan printer seken/bekas dan lainnya) dan telah berulang diminta agar dikembalikan tapi hanya janji-janji terus tak juga dikembalikan hingga sekarang. Katanya

Dia menyebutkan buntut Tonny Silaban diberhentikan dan terus berusaha merusak nama baik Ketum DPP adalah sejak Ketum semakin terus mendesak meminta agar Tonny Silaban mengembalikan uang titipan itu. "Jd itu buntutnya karena dimana dia semakin kami desak agar mengembalikan uang titipan itu dan juga ada sebagian diluar itu yang dia pinjam dan hp nya pun semakin sulit dihubungi dan juga saya sampaikan bahwa sebagai dasar kita di LSM ini harus memiliki android dan punya WA supaya saling komunikasi diantara kita di grup WA dan dulu baru-baru ikut bergabung dia punya android dan punya WA.
Tapi Tonny Silaban yang terus kita ingatkan 5 bulan berturut-turut tak menggubris apalagi dia ketika itu sebagai pengurus yaitu Pengawas Umum dan malah belakangan kami mendapatkan informasi dan akhirnya kami ketahui dia ada WAnya tapi untuk ormas yang baru dia ikuti. Jadi berdasarkan pertimbangan maka dia resmi kami berhentikan dan bukan lagi bagian dari LSM Tunggal Panaluan" katanya.

Jadi saya berterima kasih kepada rekan yang ada dilapangan atas informasinya dan informasi itu sangat membantu bagi saya. jadi ini penjelasan dari saya kepada rekan-rekan yang menerima berita buruk tentang saya sebagai Ketum yang dilakukan oleh Tonny dan agar rekan juang semua mengetahui kebenarannya.

Juga saya beritahukan bahwa DPD LSM Tunggal Panaluan di Humbahas itu sudah ada sebelum saudara Tonny dikenal rekan-rekan disana, jadi bukan Tonny Silaban yang memperkenalkan LSM kita di Humbahas tetapi LSM kita lah yang memperkenalkan saudara Tonny Silaban disana.

Maka siapapun kita seharusnya punya rasa bersyukur, karena penunjukan atas diri kita sebagai pengurus atau Ketua DPD adalah amanah dan telah dianggap bisa dipercaya, jadi bukan karena alasan lain.
Jadi sikap pria sejati itu bersyukur bisa diberikan kepercayaan dan semoga di tempat yang barunya dia membenahi diri.

Dan lagi, siapapun anggota atau pengurus di LSM kita ini yang butuh bantuan (pinjaman) pasti kita berikan tanpa harus ada perjanjian agunan segala macam, jadi kalau anggota status mengontrak apa yang mau dia jadikan agunan. Jadi bukan 1 atau 2 orang yang menggunakan khas LSM kita tapi sebatas 1 sampai 2 juta dan semua sesuai aturan yang telah saya tetapkan, dengan begitu kalau sudah keluar dari LSM kita semua wajid dihari itu juga seharusnya dikembalikan maka itu semua yang bersangkut paut dengan LSM Tunggal Panaluan harus langsung dikembalikan tanpa alasan.

Jadi seperti diawal kami akan tempuh jalur hukumnya karena sudah dilakukan cara kekeluargaan dan cara yang baik selama 3 bulan berturut-turut uda kita upayakan tapi tak ada etikat baiknya. Dan hasil mediasi yang diwakili perangkat desa oleh pak Jaya untuk uangnya dikatakan agar bersabar dan Ketum memberikan waktu hingga hari Jumat namun uang belum juga di kembalikan dan pak Jaya uda 2 kali memediasi dan hasilnya sama" tutupnya

(Red/TP)