Tonny Silaban Tak Mengembalikan Uang Khas DPP LSM Tunggal Panaluan. Ketum : Kemungkinan Ada 2 Laporan Berbeda

Kategori Berita

Tonny Silaban Tak Mengembalikan Uang Khas DPP LSM Tunggal Panaluan. Ketum : Kemungkinan Ada 2 Laporan Berbeda

Tombak Publik.
Surat ke 2 (Dua) yang dilayangkan ke PJS Kepala Desa Dolok Margu telah berjalan seminggu namun uang Khas DPP LSM Tunggal Panaluan belum juga dikembalikan oleh Tonny Silaban. tujuan dari surat ke 2 yang dilayangkan oleh DPP LSM Tunggal Panaluan isinya sama dengan surat yang pertama yang bertujuan agar Tonny Silaban segera mengembalikan uang Khas DPP LSM Tunggal Panaluan.
Dan Ketua Umum DPP LSM Tunggal Panaluan mengatakan telah membuat Surat Kuasa Khusus untuk melanjutkan ke proses hukum karena waktu dan langkah-langkah yang baik telah ditempuh namun tidak berbuah hasil.

Terkait gosip yang disebarkan olehnya dan beberapa orang yang mempertanyakan tentang kedatangan Pengurus LSM Tunggal Panaluan ke salah satu kampus swasta di Kota Medan, Ketua Umum DPP LSM Tunggal Panaluan menjelaskan bahwa saat itu Tonny Silaban mengatakan sangat terdesak dan butuh pinjaman untuk uang kuliah anaknya.
Tonny mengatakan kepada saya "aku uda kesana sini cari pinjaman tapi ga ada dapat ketua, dibilang si Simson sama ketua itulah dulu pinjam".

"Jadi Jelas kita ga ada nyasar sana sini tapi sesuai alurnya. Karena si Simson yang bilang ke Tonny dan juga saya kirim langsung ke rekeningnya Simson dan bukan ke tangan Tonny dan kira-kira itulah yang terkait dengan pinjaman 2 juta terakhir" tutur Ketua Umum LSM Tunggal Panaluan menjelaskan.

Dan juga disebutkan oleh Ketua Umum LSM Tunggal Panaluan bahwa bisa jadi ada kemungkinan terjadi 2 Laporan yang berbeda.

Ketua Umum LSM Tunggal Panaluan juga mengatakan, sebagai lembaga yang telah lama hadir ditengah-tengah masyarakat kami berupaya tetap selalu lebih dewasa dalam mengatasi segala hal, termasuk dalam menyelesaikan permasalahan uang Khas LSM Tinggal Panaluan yang disalah gunakan yang dimana kita percayakan untuk membeli perlengkapan kantor yang jelas disana ada dugaan penggelapan. Namun kita tetap berupaya tempuh langkah-langkah baik secara kekeluargaan namun juga tidak ada hasil.

"Jadi jangan nanti uda nyampek di kepolisian cerita lagi ini itu ngomong kekeluargaan lagi. Karena anggota kita dan perangkat desa uda capek bolak balik selesaikan cara kekeluargaan tapi dikatakan jawaban Tonny tidak pernah nyambung dan saya ngerti maksudnya. Jadi kalau uda di kepolisian itu proses hukum yang artinya proses cara kekeluargaan semua lewat" tambahnya.

"Kita juga tau kalau dia itu terus memburuk-burukkan kita dan sangat berupaya berusaha mencari-cari keburukan kita dan kesalahan kita. Saya tau itu.
Tapi saya ingatkan, bahwa setiap orang yang diawalnya memang niat berbuat curang atau berbuat jahat pasti orang tersebut telah mempersiapkan alasan dan pembelaan". katanya mengakhiri.

(Red-TP)