Iklan Semua Halaman

 


{{ date }}
{{ time }}
PERUSAHAAN PERS
PT. PANDLYTRA TAMA MANDIRI

Nikson Nabanan Bupati Taput Hadiri Pembukaan Apkasi Otonomi Expo 2021

Tombak Publik.
Bupati Taput Drs Nikson Nababan, MSi menghadiri pembukaan AOE 2021 Oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo (AOE) 2021 di Hall A Jakarta Convention Center.

Adapun tema yang diangkat adalah "Daerah Bangkit Indonesia Maju" yang dibuka oleh Presiden Republik Indonesia secara Hybrid dari Istana Negara Jakarta. Rabu (20/10/21).

Dalam sambutannya Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo meminta agar daerah bisa memanfaatkan pasar ekspor untuk memperkenalkan produk-produk lokal ke negara-negara lain. Setiap daerah harus fokus pada produk-produk unggulannya sehingga nantinya bisa berjalan saling menopang, saling mengisi dan saling melengkapi dan acara ini diharapkan menjadi instrumen kebangkitan ekonomi di tengah pandemi.

Pada AOE Tahun 2021, Tapanuli Utara sebagai satu-satunya Pemda dari Provinsi Sumatera Utara yang ikut berpartisipasi dalam memamerkan produk-produk unggulan dari Kabupaten Tapanuli Utara seperti produk UMKM antara lain hasil tenunan ulos, tas berbahan ulos dan pakaian berbahan ulos yang sebagian besar dirancang khusus oleh Ketua Dekranasda Taput Ny Satika Nikson Nababan.

Dan juga hasil kekayaan alam Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) antara lain seperti kemenyan, nenas, wine coffee, bubuk kopi,  kacang sihobuk, andaliman dan air mineral kemasan Protio.

Pada kesempatan itu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengunjungi Stand Tapanuli Utara. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sangat antusias dengan potensi yang dipamerkan, bahkan membawa pulang andaliman, wine coffee, kopi bubuk dan hasil tenun ulos berupa Jaket dan kemeja khas Tapanuli Utara. Begitu juga dengan Bupati Nikson Nababan dengan bangga menyambut mempromosikan hasil karya Taput kepada Mendagri Tito Karnavian.

"Protio adalah mineral dengan PH 8, dari air pegunungan yang kita produksi di Tarutung, ada kemenyan hasil bumi Taput yang juga bahan baku untuk parfume, dimana kalau di Taput dijual dengan kisaran harga 200.000 per Kg, sementara di Prancis atau negara lainnya bisa mencapai lima juta per Kg.

(Fesny Anwar Manalu).