Iklan Semua Halaman

{{ date }}
{{ time }}

Oknum Guru Di Kecamatan Palipi Di Laporkan Ke Inspektorat Kabupaten Samosir

Tombak Publik.
Dua oknum guru di SD Negri yang ada di Kecamatan Palipi, inisial NT dan SS dilaporkan oleh PS ke Inspektorat Pemkab Samosir terkait keluhannya, dimana oknum guru tersebut membawa-bawa permasalahan diluar sekolah ke dalam sekolah, dia merasa anaknya mendapatkan perlakuan yang berbeda dan tidak wajar perbuatan intimidasi dari oknum guru tersebut yang mengajar di salah satu SD Negri di Kecamatan Palipi.

Dia merasa kedua oknum guru itu ingin menguasai dirinya (PS) lewat penekanan terhadap anaknya di sekolah, dimana dia mengatakan sebelumnya telah melaporkan tindakan ibunya (orangtua NT) yang inisialnya SS kepada Kepala Sekolah SD Negri tersebut sebanyak 2 kali. Dan setelah itu SS tidak melakukan perbuatan tercela itu lagi, namun justru berganti yang hari ini dilakukan oleh anaknya yaitu dengan inisial NT.

Disebutkan bahwa NT dan SS adalah anak dan ibu yang bersama-sama mengajar di SD Negri tersebut. Dan PS mengatakan bahwa perbuatan itu dilakukan oleh mereka berdua karena adanya laporan PS di Polres Samosir dan yang terlapornya inisial MS yang merekayasa atau membuat Surat Palsu yang masih keluarga dari SS atau NT.
Ditreskrimsus Polda Sumut Terbakar 👇👇
Dia mengatakan, perlakuan penekanan atau penindasan itu dijalankannya dengan dalih memeriksa kebersihan Kuku anak-anak didik dan 3 anaknya yang bersekolah di SD Negri tersebut yang 2 dari 3 anaknya itu diakuinya memang Kukunya sedikit panjang, namun satu diantaranya ketiga anaknya itu Kukunya bersih dan pendek tetapi mengapa juga mendapatkan pukulan hingga mengalami luka. Tuturnya.

Dia juga mengatakan bahwa dia sudah pernah mengingatkan oknum guru itu, supaya jika memang kebiasaan memukul anak didik itu sudah tradisi dan dianggap itu sebagai cambukan untuk meningkatkan kepatuhan atau kecerdasan anak didik, supaya juga jangan menggunakan bambu, karena menurutnya bambu itu sangat berbahaya, dan juga dikatakannya bahwa itu adalah Sekolah Dasar bukan Sekolah Militer sehingga janganlah memukul anak-anak menggunakan bambu, namun oknum guru itu masih tetap juga mengulangi kebiasaan buruknya itu yang memukul anak-anak menggunakan bambu. Ketusnya.

"Saya berharap Inspektorat Pemkab Samosir bisa mengambil tindakan dan akan saya lihat hasilnya dalam seminggu kedepan, jika tidak ada respon dari Inspektorat Pemkab Samosir maka ini akan saya teruskan. Saya akan lampirkan juga bukti-bukti yang mendukung dan juga kemungkinan akan menempuh jalur hukum apabila memang yang menaunginya tidak menindaklanjuti" ucap PS.
Dua Wanita Ini Diduga Sindikat Pencurian Uang Ke Warung-warung Dan Berhasil Angkut Uang Ratusan👇👇
Dia juga berharap agar dilakukan rotasi atau penyegaran di SD Negri tersebut, demi kemajuan dunia pendidikan di Kecamatan Palipi, sebab menurutnya sekolah tersebut seolah sudah dijadikan wadah oleh oknum-oknum tertentu untuk menindas orang dilingkungan atau disekitarnya yang dinilai tidak tunduk atas perbutannya baik itu kepadanya maupun kepada kelompoknya melalui penekanan disekolah lewat anak-anak yang bersekolah di SD Negri itu

Dia mengatakan, "sejatinya oknum itu lupa, lupa semestinya mampu menjadi teladan tetapi malah memberikan contoh yang tidak baik kepada anak didik yang secara tidak langsung mengajarkan keburukan lewat perilakunya, sebab perbuatannya itu, yang membawa masalah dari luar kedalam sekolah menggambarkan bahwa untuk menindas atau menguasai orang dilingkungan atau disekitar kita itu sangatlah mudah dan akan tercapai hanya dengan menjadi guru di sekolah.

Ini pemahaman yang buruk kedepannya yang bisa ditiru generasi berikutnya yang dimana profesi guru itu sangat mulia yang bercita-cita berhasil untuk mencerdaskan anak bangsa melalui program kurikulum yang diselenggarakan oleh negara, dan akan rusak jika didalamnya ada yang menyimpang dari tugas pengabdiannya yang malah disalah gunakan.

"Sekolah itu adalah sarana pendidikan bukanlah kerajaan juga bukan wilayah kekuasaan, dan guru didik di era digital ini harus bisa lebih dewasa mengikuti perkembangan jaman, harus bisa menahan diri tidak membawa masalah diluar ke dalam sekolah" pungkasnya.

(RTP).