Iklan Semua Halaman

Marlen Hutahaean Putuskan Pindah Dari Gereja HKBP ZEBAOTH

Beredar Tulisan Seorang Jemaat HKBP Yang Menggunakan Akun Bernama Marlen Hutahaean
















Tombak Publik - Medan

Masyarakat saat ini banyak menyampaikan hasil pikirnya lewat media sosial facebook, tidak terlepas dengan apa yang dilalukan oleh pengguna akun Marlen Hutahaean. Seperti yang ada dalam tulisannya merasa kecewa dengan apa yang dia alami dan berikut tulisan dari akun Marlen Hutahaean.

















"SELAMAT TINGGAL HKBP KU"
# Tak Sabar Menunggu Rezim Berganti#
Perkenalkan nama saya Marlen Hutahaean, dari kecil saya tardidi di HKBP, malua di HKBP, sampai menikahpun di HKBP, tepatnya di HKBP Hutahaean Ress Laguboti Habinsaran.
Setelah menikah saya masuk di HKBP Immanuel Sei Semayang Ress Sei Semayang.. beberapa tahun di sana, kami bersama sekitar 25 KK Jemaat Sektor V ketika itu ( 2006) memilih manjae dari Ressort dan membuka Huria baru dengan nama HKBP Zebaoth dan tetap dalam pagaran HKBP Ressort Immanuel Sei Semayang Distrik X Medan Aceh.

Saya tidak perlu menceritakan bagaimana susah senangnya mendirikan Gereja tersebut mulai dari menyewa tanah hingga membangun Gereja permanen yang memiliki areal luas.

Singkat cerita sejak Pdt HJ Siregar menjadi Pendeta Ressort disana ( 2014-2019) semua berubah, masalahpun timbul terutama terhadap pribadi saya. Saya memang type orang yang suka mengkritik terhadap kebijakan Pdt Ressort bersangkutan yang tidak sesuai dengan A/P HKBP. Mulai dari pengangkatan Fungsionaris Gereja, Pengangkatan Badan Audit, Keuangan, bahkan hingga wacana pergantian nama HKBP Zebaoth menjadi HKBP Josua, yang menurut saya pergantian nama tak Lazim di HKBP. Entah ini ada muatan Pengkultusan ( pendewaan) atas diri seorang Pendeta HJ Siregar yang kebetulan mempunyai anak bernama Yosua?

Entahlah! yang jelas dengan mengklaim pergantian nama itu sebagai aspirasi Jemaat maka jadilah diganti jadi nama HKBP Yosua.

Atas berbagai kritik atas kebijakan Pdt HJ Siregar yang tidak sesuai dengan A/P HKBP (bisa diuji- adu argumen) maka dengan mengklaim aspirasi jemaat pula saya bersama 3 KK lainnya di Pecat dari HKBP Zebaoth (Surat tertangal 17 Februari 2018)

Lebih setahun hinggga saat ini saya mencoba bersabar menunggu penyelesaian secara adil.. saya berharap kalau Pdt HJ Siregar pindah maka saya akan memulai lembaran baru.

Apakah karena kedekatan beliau dengan Pimpinan Pusat saya tidak tau yang jelas keberuntungan memang berpihak pada Pdt HJ Siregar, beberapa bulan yang lalu dia pindah dari HKBP Ressort Immanuel Sei Semayang dan digantikan oleh Pdt Siringoringo.

Awalnya ini adalah kabar gembira buat saya. Sebulan yang lalu saya menjumpai Pdt Siringoringo di rumah dinas pendeta untuk mendaftar ulang menjadi jemaat HKBP Immanuel Sei Semayang. Semula beliau menyambut baik keinginan saya mendaftar di HKBP Immanuel Sei Semayang (Sabungan dari HKBP Zebaoth/Yosua) dan berjanji akan membahasnya di Sermon.

Singkat cerita kedua kali saya menjumpai Pdt Siringoringo di Rumah dinas mempertanyakan realisasi keinginan saya mendaftar di HKBP Sabungan. Namun dia menjelaskan suasana sermon yang alot membahas saya. Namun dia menambahkan bahwa dia tidak mau mengambil resiko jabatannya, sebab katanya beberapa parhalado HKBP Zebaoth/Yosua telah datang ke rumahnya melakukan intervensi dan mengancam akan Pindah Ressort jika orang yang namanya Marlen Hutahaean diterima di HKBP Immanuel (Sabungan). Bahkan Pdt bersangkutan menunjukkan sebuah kalimat di WA nya dari akun bernama "Ama ni Rahel" dengan kalimat # keputusanmu Menerimanya#.( maaf saya tidak tahu dan tidak mau tau siapa itu ama ni rahel).

Tapi intinya bagi saya Pdt Siringoringo menolak saya dengan alasan beliau sudah tua (62 tahun) dan tak mau mengambil resiko dan menambahi beban pikiran serta ingin menghabiskan masa kerjanya di HKBP Ressort Immanuel Sei Semayang dengan damai.

Saya ingin menceritakan bahwa sebelumnha saya selama ini telah pernah melaporkan persoalan yang menimpa saya ini kepada pimpinan pusat di Pearaja Tarutung bertemu dengan Kabiro Jemaat Pdt Hutabarat tapi tidak mendapatkan hasil. Ketika itu saya sampaikan bahwa pemecatan kami tidak berdasarkan A/P HKBP

















Selain itu kepada Kabiro Jemaat Pdt Hutabarat pada bulan Juni tahun lalu kami jelaskan bahwa apa yang kami protes selama ini atas kebijakan Pdt HJ Siregar yang tidak sesuai A/P silahkan diuji, adu fakta dan argumen.

Saya memang tidak berhenti berjuang, berbagai upaya saya lakukan, termasuk melakukan kontak dengan Alter Fernando Siahaan yang barangkali dikenal sebagai Sekretaris Pribadi ( khusus) Ephorus HKBP, tapi dari beberapa kali komunikasi lewat telepon, beliau tetap berpendapat bahwa masalah di Ressort diselesaikan di Ressort, kalau tidak bisa sampaikan ke Distrik. padahal saya sudah berkali2 menjelaskan soal" masalah ini yang distrik sendiripun sepertinya enggan menyelesaikan.

Jujur, memang kesabaran saya diuji, saya dipimpong bagai bola tennis, tapi lama-kelamaan muncul juga dalam pikiran saya bahwa "sudah cukuplah membuang energi yang tidak punya hasil ini. Semestinya saya menunggu Rezim berganti. Tapi suksesi di HKBP rasanya teramat lama lagi seperti menunggu seribu tahun jika dibanding dengan kerinduan yang amat mendalam beribadah dan mendengar firman Tuhan" sehingga muncul dalam benak saya mencari Gereja baru di Luar HKBP.

















# Selamat Tinggal HKBP. I Love you HKBP. I Love Yesus.!
Jangan pernah berhenti untuk menyatakan kebenaran apapun resikonya. Dicaci diumpat, dibully dll!
Foto: HKBP Hutahaean ( Illustrasi)..
Sei Semayang 1 Juni 2019 beberapa jam jelang Final Liga Champion Eropa, Liverpool Vs Tottenham Hotspur. (Tombakpublik/RTP)