Iklan Semua Halaman

Proyek TPT Di Jalan Bakara Yang Masih Hitungan Bulan Sudah Retak | Humbahas

Tombak Publik.
Ketua DPD LSM Tunggal Panaluan Jampi M Sihite mendatangi Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan atau BPBD Humbang Hasundutan didampingi Wartawan Tombak Publik perihal proyek TPT (Tembok Penahan Tanah) yang letaknya di Jalan Siabaksa-Bakara yang diduga kuat pengerjaannya asal jadi

Kedatangan Ketua DPD LSM Tunggal Panaluan hari ini, Kamis 27/02/20 disambut baik oleh Kasi Rehabilitasi Bapak Limboy P Oppusunggu di Kantor Dinas BPBD Humbang Hadundutan.

Kedatangan Ketua DPD LSM Tunggal Panaluan dimaksud bertujuan menggali informasi terkait proyek tersebut dimana Proyek TPT itu dibawah pengawasan BPBD yang informasinya TPT atau proyek itu selesai dikerjakan tahun lalu pada bulan Desember 2019. Artinya masih 2 bulan tetapi sudah ada keretakan sehingga menurutnya ini adalah sebuah temuan, yang diduga kuat proyek yang menggunakan uang negara tersebut dikerjakan asal jadi.

Dan informasi yang didapat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan disebutkan, Proyek TPT (Tembok Penahan Tanah) tersebut dikerjakan oleh CV. Bottean Uli dan disebutkan pemborongnya bernama Nando Banjarnahor. Setelah itu Ketua DPD LSM Tunggal Panaluan meminta petunjuk agar bisa Konfirmasi langsung dengan Nando Banjarnahor, namun setelah nomor diberikan dan telah dihubungi berkali-kali namun tidak diangkat.

Hasil pantauan pengerjaan proyek tersebut diduga kuat asal jadi sebagai berikut ;

- Tidak ada terlihat Pipa Kapiler (Pipa Suling)

-Pada Pondasi terlihat hanya menggunakan batu Kerikil

-Betonisasi asal jadi karena besi cor terlihat jelas dan itu akan mempercepat besi berkarat.

Ketua DPD LSM Tunggal Panaluan menduga kuat bahwa pengerjaan proyek yang menggunakan uang negara tersebut sarat dengan korupsi sehingga dikerjakan asal jadi. Dia juga mengatakan " Kami akan pelajari lebih lanjut dan berharap kepada pihak Inspektorat dan Tipikor Polres Humbahas bisa bersinergi bekerjasama (Jemput Bola) melakukan cek ke TKP. " Pungkasnya.

(red/tp)