Iklan Semua Halaman

Waspada Kebakaran, Ka. Rutan Kelas II B Humbang Hasundutan Cek Instalasi Aliran Listrik

Tombak Publik.
Kebakaran hebat yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang Blok C tempat Warga Binaan para Kasus Narkoba yang terjadi beberapa waktu lalu sehingga sesuai dengan Surat Edaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Perihal meningkatkan kewaspadaan Lapas dan Rutan di seluruh Indonesia tanpa terkecuali juga Rutan Kelas II B Humbang Hasundutan.

Maka untuk mengantisipasi kejadian yang sama peristiwa terjadinya kebakaran di Lapas Tangerang, Ka. Rutan, Ka. KPR Bersama jajaran Pengamanan juga bersama jajaran Kanwil Kemenkumham Provinsi Sumut melakukan pengecekan instlasi aliran listrik terutama aluran yang terpasang pada blok kamar hunian warga binaan.
Hal ini dilakukan dengan cara pengecekan instalasi listrik dan juga peningkatan layanan khusus Premium dari pihak PLN,
Begitu juga dengan perlengkapan yang kini tersedia seperti menyediakan Tabung Pemadam Kebakaran, Jumat (09/09/21).

Kepala Rutan Kelas II B Humbang Hasundutan yaitu Revanda Bangun mengatakan bahwa pengecekan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terjadinya insiden yang memicu suatu kebakaran hebat, seperti peristiwa yang terjadi di Lapas Kelas I Tangerang hingga menelan korban jiwa yaitu 41 orang meninggal dunia.

"Segera setelah musibah, sudah kita lakukan langkah-langkah terutama pengecekan instalasi listrik disemua blok dan 54 kamar hunian maupun di area ruangan kantor," ucapnya.
Selain memastikan jaringan instalasi listrik tertata dengan baik, pihaknya juga melakukan pengecekan titik stop kontak yang rawan.

"Tadi kita juga cek ruangan binaan, itu tersebar di sejumlah titik area Rutan. Mulai dari ruang Komandan Jaga, blok hunian, ruangan kantor maupun di area-area strategis lain" jelas Ka. Rutan menambahkan.

Juga Kepala Rutan mengatakan, tidak hanya memastikan instalasi listrik yang terpasang tetapi juga melengkapi alat pemadam kebakaran dan Rutan Kelas II B Humbahas juga telah menyiapkan skema mitigasi jika suatu waktu terjadi kebakaran di Rutan.

“Langkah pertama yang dilakukan dengan membunyikan lonceng sebagai tanda isyarat terjadi gangguan atau kebakaran. Kemudian membuka kunci blok dan kamar-kamar lalu mengevakuasi warga binaan dengan dikumpulkan di titik kumpul lapangan terbuka sembari menunggu petugas pemadam kebakaran datang” tegasnya.

Lebih lanjut Kepala Rutan Kelas II B Humbahas menyampaikan, saat ini Lapas Humbahas juga telah meningkatkan Layanan Khusus Premium dari PLN.

“PT PLN (Persero) Humbahas pada prinsipnya bersedia meningkatkan kehandalan dan tingkat kontinuitas pasokan energi listrik ke Rutan Humbahas, semoga langkah ini dapat menghindarkan kami dari musibah kebakaran,” ucapnya mengakhiri

(Jahara Sihite)