Iklan Semua Halaman

KPH XIII Dolok Sanggul Tanam Ribuan Batang Pohon Macadamia Di Lahan Kelompok Tani Hutan Dosroha

Tombak Publik. 
Kelompok Tani Hutan (KTH) Dosroha yang berada di Desa Hutaraja Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbahas, Menjalin kemitraan dalam peningkatan kesejahteraan petani hutan di Kawasan KPH XIII Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan.

KTH Dosroha Sangat mengapresiasi serta mengucapkan terimakasih berharap kedepan kemitraan KTH Dosroha dengan KPH XIII berlanjut baik, dan KTH Dosroha juga berharap agar bantuan pohon Macadamia yang di salurkan KPH XIII Dolok Sanggul sebanyak 1400 batang kedepan bisa mendatangkan manfaat yang membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. 

Sesuai pernyataan dari KPH XIII Dolok Sanggul bahwa penanaman pohon Macadamia sangat menjanjikan dan disamping itu sekaligus bertujuan pemanfaatan Hutan Lindung dan Hutan Lahan Tidur milik masyarakat. Pemeliharaan pohon Macadamia juga tidak terlalu menyita waktu dan harga dari jual dari buah pohon tersebut sangat Fantastis yang mencapai ratusan ribu per kg nya. 
Disampaikan oleh KPH XIII Dolok Sanggul melalui Kepala Seksi Perlindungan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat Togap P Sinurat S.hut, Msi. Dan pihak BUMN sudah mengalokasikan di wilayah Sumatera Utara sebanyak 20.000 batang untuk penanaman pohon Macadamia yang akan ditanam dilingkaran Hutan Danau Toba, Namun tidak serta merta bibit pohon tersebut diberikan kepada masyarakat umum melainkan diprioritaskan kepada KTH yang merupakan binaan dari KPH.

Tujuan penanaman pohon Macadamia adalah untuk menjaga kelestarian Hutan Lindung dan Penghijauan terutama di hutan sepanjang lingkaran Danau Toba, dan disamping penghijauan juga bisa meningkatkan penghasilan masyarakat sekitar,

Dan bukan hanya pohon Macadamia yang bisa disalurkan oleh KPH, juga ada pohon Aren, Durian, Petai, Jengkol dan pohon yang menghasilkan buah lainnya sesuai dengan permohonan para Kelompok Tani Hutan.

Dan pemafaatan Hutan Lindung ini  bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat tetap jangan sampai merubah fungsi kelestarian hutan seperti adanya penebangan kayu di wilayah Hutan lindung. 

Maka dari itu diperlukan hubungan baik masyarakat dengan KPH juga bertujuan menganalisis pola kemitraan dalam peningkatan Kesejahteraan Petani Hutan di Kawasan KPH XIII Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan. 

Metode penelitian adalah menggunakan penelitian kuantitatif analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian diperoleh pola kemitraan dan peranan kelembagaan berpengaruh sebesar 71,3% dalam peningkatan kesejahteraan petani. Kesimpulan pola kemitraan dan peran kelembagaan berpengaruh positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani. 

Model pola kemitraan yang dibutuhkan oleh masyarakat petani KPH XIII kawasan Dolok Sanggul adalah pola kemitraan pada lahan pemerintah, dan lahan masyarakat, pelaksanaan proses serta pencapaian pemberdayaan dicapai dengan menciptakan kondisi dan suasana yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang secara optimal. 

Penciptaan kondisi yang memungkinkan masyarakat KPH XIII untuk dapat berkembang lebih jauh dalam bidang ekonomi yaitu dengan menciptakan pemungkinan pemanfaatan potensi lokal dengan kegiatan ternak lebah madu, kopi dengan sistim agroforestry

Dan disimpulkan, untuk menunjang keberhasilan pembangunan hutan di KPH XIII harus berbasis kemitraan, perlu adanya keterlibatan berbagai pihak yang dilandasi oleh tujuan dan manfaat. Model pembangunan hutan dengan pola kemitraan PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat) antara kelompok tani dengan KPH XIII yang tepat adalah model yang dibangun berdasar pada pengembangan dan penerapan tehnologi tepat guna.

(Jahara Sihite).