Iklan Semua Halaman

{{ date }}
{{ time }}

Warga Komplek TKBM Sei Mati Masih Resah, Genangan Air Banjir Masih Tetap Bertahan

Tombak Publik.
Curah Hujan deras yang hampir setiap hari turun, khusus di wilayah Kecamatan Medan Labuhan membuat warga Komplek Perumahan Buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Upaya Karya Pelabuhan Belawan sangat resah dan gelisah.

Itu dirasakan oleh warga setiap hujan deras mengguyur Komplek Perumahan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Upaya Karya Pelabuhan Belawan, Lingkungan 18, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan yang dipastikan guyuran hujan deras tersebut akan merembes menggenangi rumah mereka.

Disebutkan sesuai informasi warga sekitar, genangan air akibat banjir hujan, baru akan surut setelah 3 hari kemudian yang mengakibatkan warga akan mengalami terkena penyakit gatal-gatal dari imbas air banjir yang masuk kerumah mereka.

Terpantau sejak, Rabu (09/11/2022). Genangan air hujan masih menutupi daratan komplek perumahan buruh Pelabuhan Belawan tersebut.

Penduduk berharap, agar Wali Kota Medan segera meninjau lokasi perumahan buruh yang menjadi langganan banjir itu, sebab pihak Kelurahan hanya seolah menebar pesona janji-janji manis, yang berjanji akan memperbaiki dan mendatangkan alat berat jenis amfibi namun hingga saat ini nihil.

"Kami meminta agar Pemko Medan datang meninjau komplek TKBM Kecamatan Medan Labuhan, sehingga Wali Kota melihat sendiri bagaimana warganya terkurung tersandera didalam rumah akibat genangan banjir," ujar Syamsul Lubis.

Syamsul Lubismenjelaskan, infrastruktur di sekitar Komplek TKBM Upaya Karya banyak yang tidak berfungsi dan harus diperbaiki, dan penyebabnya juga karena tidak adanya Kawasan Tata Ruang Hijau di Kelurahan Sei Mati.
Selama Oktober hingga November, komplek perumahan TKBM tersebut selalu terendam banjir. bahkan genangan air yang memasuki rumah-rumah penduduk itu, melalui air banjir yang kotor itu menularkan berbagai jenis penyakit dan tidak terhitung jumlah warga yang harus opname di rumah sakit, bebernya.

Dicontohkan yang dialami seorang bocah bernama Jontri Sinaga (12), yang sempat rawat inap atau menjalani opname di rumah sakit terdekat dikarenakan demam tinggi.
"Alhamdullilah, Jontri Sinaga sudah keluar dari rumah sakit dan saat ini rawat jalan," jelas Syamsul.

Syamsul Lubis menambahkan, sejumlah warga sebelumnya juga mendapat pemeriksaan kesehatan dari petugas medis Puskesmas Medan Labuhan karena banyak warga yang terjangkit penyakit kulit jenis kutu air, yang diakibatkan pemukiman warga terendam banjir selama beberapa hari belakangan ini.

"Warga Komplek TKBM Upaya Karya berharap agar Pemko Medan segera memperbaiki infrastruktur di kawasan Komplek TKBM Upaya Karya, apalagi saat ini ruang hijau sebagai tempat resapan air tidak ada lagi. juga drainase yang harus diperbaiki," pinta Syamsul.

Sebelumnya, dikarenakan banyaknya warga yang terkena penyakit kulit akibat rumah mereka yang terendam banjir, disebutkan bahwa petugas medis dari Puskesmas Medan Labuhan sudah memeriksa sejumlah warga penghuni Komplek Perumahan Tenaga Kerja Buruh Medan (TKBM) Upaya Karya Pelabuhan Belawan Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (27/10/2022).

Puskesmas Medan Labuhan juga mendirikan Posko Kesehatan yang dilayani oleh petugas kesehatan dari Puskesmas, dan pada Posko tersebut warga dalam jumlah besar berdatangan untuk menjalani pemeriksaan secara medis.

Seorang petugas medis menegaskan, kebanyakan warga datang mengeluh ke Posko karena mereka terkena penyakit gatal di bagian kaki, karena kaki sering terendam banjir air hujan yang merembes menggenangi rumah mereka yang dimana air banjir butuh beberapa hari untuk surut.

"Umumnya warga yang datang karena menderita gatal-gatal pada bagian kaki. Hanya beberapa orang saja yang mengeluh karena demam," ujar Aliyanti kepada wartawan.

Aliyanti juga menegaskan, kehadiran tim medis dari Puskesmas Medan Labuhan berdasarkan permintaan Kepala Lingkungan yang pemukimannya terendam banjir.
"Begitu mendapat laporan adanya keluhan warga, Puskesmas Medan Labuhan langsung datang dan mendirikan Posko Kesehatan. Kami juga sudah sering memeriksa kesehatan warga yang menjadi korban banjir di Medan Labuhan," sebut Aliyanti.


(S. Siburian).